Master Menjawab:
"Saat tersenyum, tersenyumlah.
Saat tertawa, tertawalah.
Saat tidur, tidurlah.
Saat makan, makanlah.
Saat sedih, menagislah.
Saat bersama dengan yg dicinta, sayangilah.
Saat bertemu musuhmu, maafkan dan maklumilah.
Saat berpisah, lepaskan dan relakanlah.
Saat emosi datang, menjauhlah dari siapapun.
Inilah kunci kebahagiaan."
Sarjana itu kembali bertanya: "semudah itu?"
Master: "siapa bilang mudah?
Banyak yg senyum, tetapi penuh kepedihan.
Banyak yg tertawa, tetapi tertawa penuh keangkuhan.
Banyak yg makan, tetapi tidak merasakan apa yg dimakan, penuh kesibukan, sibuk bicara, dan lainnya.
Banyak yg bersama dengan yg disayang, tetapi tidak pernah mengutarakan rasa sayangnya.
Sebaliknya banyak intrik dan permaianan kata-kata yg menyebabkan
pertikaian. Baik antar sesama suami isteri, orang tua dan anak, bahkan
sesama saudara.
Saat bertemu musuh, semakin penuh rasa benci, dan ada keinginan untuk menghabiskannya, emosi yg tidak terkendali.
Saat berpisah, melekati dan memikirkan setiap saat, tak bisa melihat
dunia lain yg penuh harapan untuknya. Matanya tertutup oleh kemelekatan
yg hanya menghancurkan diri dan orang sekitarnya.
Saat emosi, hancurlah semua peluang utk mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan dan rejeki yg ada pun segera menjauh."
Salam Sukses - Al Fakir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.