Senin, 13 Mei 2013

EMPAT CARA "melawan" MENTAL BLOCK (Kasus Susah Dapat Jodoh)

Tadi pagi ada yang nanya ke saya via sms :
"Aslkm, Gus. Afwan ganggu. Saya mau nanya, apa yang dimaksud dgn mental block? Mental block itu apa? Mksh. Mhn jawabny ya Gus. :-) "

Lalu saya jawab :
Was.wr.wb. Krn jawabannya panjang, cari gamppangnya search aja di google "mental block" :)

hmmmm..
Setelah itu saya coba search sendiri di internet, dan saya menemukan link teratas dari Google tentang Mental Block. Yang intinya, sebetulnya bahwa semua yang kita YAKINI, atau yang masuk ke BAWAH SADAR kita akan berefek kepada KEBAIKAN dan KEBURUKAN. Fa-alhamahaa fujuurohaa wataqwaahaa...

Jadi sebetulnya KEYAKINAN itulah secara langsung yang membentuk MENTAL BLOCK.

Contoh :

1. Jika seorang wanita meyakini bahwa istri yang baik itu tidak boleh memiliki penghasilan melebihi penghasilan suaminya, maka biasanya yang terjadi adalah sebaik apapun ia bekerja maka ia akan sulit meningkatkan penghasilannya melebihi penghasilan suaminya. Itulah mental block baginya sehingga ia sulit meningkatkan penghasilannya.

2. Jika seseorang yakin bahwa berwirausaha itu SULIT, maka ia hampir pasti selalu gagal dalam berwirausaha.

3. Jika seseorang itu yakin bahwa menikah lagi itu akan menyakiti hati istrinya, dan ia pun tidak suka menyakiti hati istrinya, maka walaupun banyak kesempatan untuknya menikah lagi maka ia akan sulit menikah lagi.... (pengalamanpribadi.com)

4. Jika seseorang yakin bahwa tidak mungkin bisa ma'rifatullah tanpa bimbingan Mursyid, maka ia akan sulit untuk berma'rifatullaah... itulah mental blocknya dalam berma'rifatullah

5. Dan Jika seseorang wanita yakin bahwa menikah itu bisa merusak kebebasannya, maka biasanya ia akan sulit untuk mendapatkan jodoh, walaupun ia sebenarnya sedang dan sudah berusaha untuk mendapatkannya....

Berikut adalah Empat Cara melawan Mental Block.

Pertama, Cara Maximize Belief , Kedua : Change Belief , Ketiga : Zero Belief . Keempat : Ahad Belief

Cara Pertama, yaitu Optimasi Keyakinan. Yaitu dengan cara memaksimumkan keyakinan Anda tersebut dan bergeraklah sesuai dengan keyakinan Anda, sehingga mencapai titik maksimum. Dan biasanya ada "titik balik" di ujung titik maksimum itu...

Misal, Anda (seorang wanita) sebenarnya ingin menikah, tapi Anda masih meyakini bahwa menikah itu merusak kebebasan Anda sebagai wanita. Maka lepaskanlah keinginan Anda untuk menikah dan tingkatkanlah keyakinan Anda bahwa MEMANG menikah itu merusak kebebasan, dan jangan tanggung-tanggung untuk meyakininya, sehingga Anda pun tidak berusaha sedikit pun mengejar pasangan hidup Anda, siapapun itu. Maka biasanya akan terjadi hukum "kebalikan", justru karena Anda tidak mengejar pasangan hidup maka malahan banyak calon pasangan hidup yang mengejar Anda. Tapi cara ini tidak saya sarankan, resiko keberhasilannya ... wallahu alam..... hehe...

Cara Kedua, yaitu dengan Change Belief, yaitu dengan menghilangkan keyakinan Anda tersebut dan lalu menggantinya dengan Keyakinan yang Baru. Misal untuk kasus yang sama saja ya, setelah Anda dikasih dalil Aqli dan Naqli yang kuat maka mulai hari ini Anda meyakini bahwa menikah itu tidak akan merusak kebebasan. Tapi biasanya akan muncul masalah baru dengan keyakinan baru Anda tersebut. Misalkan masalahnya adalah : bahwa Anda kesulitan mendapat jodoh yang mau menerima Anda apa adanya, yakni mau menerima kebebasan Anda. Itu sebabnya, cara ini pun tidak saya sarankan....

Cara ketiga, yaitu dengan cara Zero Belief, yaitu dengan cara menghilangkan keyakinan Anda tersebut dan tidak menggantinya dengan keyakinan apapun. Pokoknya Anda berlepas saja sepenuhnya, netral-netral aja, dan tidak lagi mempedulikan keyakinan Anda tersebut. Cara ini biasanya cukup efektif, tapi saya tidak juga menyarankan kepada Anda, karena cara ini berpeluang merusak aqidah. Itu sebabnya saran saya kepada Anda adalah di cara yang keempat.

Cara keempat, yaitu dengan cara Ahad Belief, yaitu dengan cara menghilangkan keyakinan Anda itu, termasuk menghilangkan/melepaskan semua keyakinan yang ada atas sebuah konsep yang bersangkut paut dengan teori perjodohan, dan lalu menyerahkan/mengikatkan keyakinan Anda hanya kepada ALLAH yang SATU, Allaahu Ahad . Nah cara inilah yang paling mantep bagi orang yang menjaga Aqidahnya dan yakin kepada Tuhannya. Maka, tak perlu heran jika jodoh Anda kelak akan hadir dari arah yang TAK TERDUGA. Aamiin...

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu sangat baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu sangat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (Q.S. 2:216).

Wallahu 'alam - Al Fakir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.