Rabu, 30 Oktober 2013
Keberkahan di Pagi Hari
Pagi adalah bagian dari waktu-waktu Allah yang terus berputar. Ia juga
ungkapan yang sangat lekat dengan makna kesegaran, keceriaan, semangat,
dan hidup baru. Begitu banyak makna positif yang memberi spirit dan
optimisme dalam hidup, yang datang m-nyertai pagi. Mungkin masih banyak
lagi hikmah dan keistimewaan di balik pujian Allah terhadapnya,
“Dan demi Subuh apabila fajar-nya mulai menyingsing.” (QS At Takwir: 18)
yang mungkin belum dapat kita singkap karena keterbatasan ilmu kita.
Bertemu pagi adalah sebuah keniscayaan. Tetapi mengambil manfaat dari
keistimewaanya adalah sesuatu yang harus diupayakan. Jalannya hanya
satu, bangun lebih pagi. Lalu mengintip apa saja kebaikan-kebaikan yang
dapat kita petik di pagi itu.
Karena Suatu Pagi Bisa Merubah Hidupmu
Waktu adalah wadah pembentukan. Di sanalah garis edar hidup kita,
tumbuh dan menjadi dewasa, dari lahir hingga kembali ke hadirat-Nya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Waktu memiliki tiga makna dan dilandaskan pada tiga derajat. Di antara
makna-makna itu adalah saat mampu dan benar, karena melihat cahaya
karunia yang ditarik kebersihan harapan, atau karena ada perlindungan
yang ditarik kebenaran ketakutan, atau karena kobaran rindu yang ditarik
cinta.” (Madarijus Salikin)
Satu di antara bagian-bagian waktu
yang menghimpun makna-makna itu, yang memiliki urgensi pembentukan
adalah pagi. Pagi adalah simbol permulaan dan perubahan, kepada dan
terhadap apa saja, termasuk babak-babak kehidupan kita.
Kisah
seorang wanita Nasrani yang bersahabat dan hidup serumah dengan seorang
wanita Muslimah, adalah contoh perubahan yang di bawa oleh pagi. Sahabat
Muslimah si wanita tadi, sering terbangun di penghujung malam untuk
melaksanakan qiyamul lail, bermunajat dan berdoa kepada Allah SWT.
Terkadang, selesai berdoa ia teruskan lagi dengan tilawah Al Qur’an
hingga menjelang shalat Shubuh.
Awalnya, si wanita nashrani
sering merasa terganggu dengan suara temannya yang kerap menangis
tersedu-sedu dalam shalat malamnya, atau saat melantunkan ayat-ayat suci
Al Qur’an, yang begitu asing di telinganya. Suara “berisik” itulah yang
sering memangkas jatah tidurnya.
Tetapi lama-kelamaan, dalam
diamnya ia mulai menyimpan rasa cemburu dan kagum kepada sahabatnya ini.
Betapa tidak, sebagai seorang yang beragama ia merasa tidak begitu
akrab dengan tuhannya. Jauh berbeda dengan sahabatnya yang selalu rajin
menyapa Sang Penciptanya di kala orang-orang masih terlelap dalam
tidurnya. Ia kagum karena sahabatnya begitu mudah terbangun di waktu
pagi dan menyelesaikan sebagian tugas-tugasnya, sementara dia sendiri
terkadang baru beranjak dari kasur empuknya saat matahari sudah
meninggi.
Di sinilah awal mula hidayah itu datang, di gelapan
subuh, di tengah dinginnya udara pagi, rasa cemburunya menyeruak. Si
wanita Nasrani mulai tertarik, menanti lantunan kalimat-kalimat “asing”
dari mulut sahabatnya. Karena seperti ada ketenteraman batin yang datang
bersamanya.
Suatu ketika, sahabatnya sedang tidak di rumah.
Saat itu rasa penasarannya menggodanya untuk mengetahui isi Al Qur’an.
Ia lalu beranikan diri membuka lembaran-lembaran Al Qur’an, bacaan
favorit sahabatnya itu. Ketika ia buka, yang tampak hanya garis-garis
hitam yang entah apa arti dan maksudnya. Tetapi ketika ia membaca
terjemahannya, di situlah ia menemukan petunjuk yang luar biasa.
Ayat-ayat dalam surat Al Ikhlas seakan menghentak batinnya untuk
mengakui kebenaran konsep ketuhanan yang diajarkan kitab di tangannya.
Di suatu pagi berikutnya, di saat sahabatnya baru saja usai menjalankan
shalat Shubuh-nya, si wanita Nashrani datang menghampiri. la duduk
bersimpuh di dekat sahabatnya dan mendekapnya, seraya memohon agar
ditun-tun untuk mengucapkan syahadat. Sahabatnya kaget bukan kepalang.
Begitu cepat dan begitu mudah hidayah itu datang. Suasana menjelang pagi
telah merubah semuanya.
Karena Kehidupan Pagi adalah Ciri Orang-Orang Shalih
Tidur, bagi manusia adalah sifat kesempurnaan. Orang yang tidak bisa
tidur berarti memiliki kekurangan; kesehatan fisiknya sedang terganggu.
Tetapi, memperpanjang jatah tidur juga bukan ciri manusia yang baik.
Tidur berlama-lama akan membuat badan terasa berat, membuang waktu
secara percuma, membentuk jiwa yang lalai dan malas, serta banyak hal
negatif lainnya. Karena itu, hidup ini perlu keseimbangan.
Manusia terbaik di bumi ini adalah mereka yang beriman kepada Allah.
Mereka yang mendisiplinkan waktunya, mengatur antara hak dan
kewajibannya. Ketika malam tiba, mereka bersegera tidur supaya di
penghujung malam bisa terbangun dan bercengkerama dengan keindahan dan
kedamaian pagi.
Muawiyah bin Qurrah menirukan nasehat bapaknya ketika mereka sekeluarga telah melaksanakan shala Isya,
“Wahai anak-anakku, tidurlah sekarang. Semoga Allah menganugerahkan kepada kalian kebaikan malam ini.”
Ada banyak hal yang dilakukan orang-orang shalih di kala pagi. Setelah
mereka mendirikan shalat malam, mereka duduk berdoa dan bermunajat
“menagih” janji-janji Allah, membaca dan mentadabburi Al Qur’an.
Fudhail bin Iyad pernah menceritakan,
“Aku menjumpai suatu kaum yang malu kepada Allah di kegelapan malam
karena kelamaan tidur. Pasalnya, mereka terbiasa hanya rebahan dan jika
terjaga mereka berkata, “Ini bukanlah untukmu, maka bangkitlah untuk
mengambil bagianmu di akhirat.”
Tidur bagi mereka hanyalah sisa
waktu yang sangat dibatasi dan melakukan amal-amal ketaatan di pagi
hari adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
Kehilangan pagi, bagi mereka adalah kerugian yang bisa memunculkan
banyak sekali dugaan kebu-rukan. Sampai-sampai Ibnu Umar mengatakan,
“Jika kami kehilangan seseorang pada shalat Shubuh dan Isya (di masjid), kami mempunyai prasangka buruk kepadanya.”
Karena Ilmu-Ilmu Allah Turun pada Waktu Pagi
Setiap fase waktu, antara siang dan malam yang telah dibentangkan Allah
SWT untuk kita, memiliki klasifikasi dan keistimewaan yang tak
tergantikan dengan fase-fase waktu yang lain. Antara mencari nafkah,
ibadah, belajar, dan beristirahat semua telah diatur oleh Allah. Hanya
saja, kita terkadang tidak memahami hikmah di balik ketentuan-ketentuan
itu, atau bahkan sengaja tidak memperdulikannya dengan bermacam alasan,
sehingga seringkali kita melakukan sesuatu yang tidak medatangkan hasil
maksimal, yang tentu saja hal itu akan merugikan diri kita sendiri.
Rasulullah saw yang selalu mengajak umatnya untuk bangun sebelum subuh,
melaksanakan shalat sunnah dan shalat Shubuh berjamaah, bukan tanpa
alasan. Di sana, di balik heningnya suasana pagi, ada banyak hikmah yg
mendalam. Diantaranya; berlimpahnya pahala dari Allah, kesegaran udara
subuh yang menyegarkan fisik, konsentrasi pikiran dan daya ingat yang
kuat untuk menyambut datangnya hikmah dan ilmu-ilmu Allah SWT.
Konsentrasi dan kemampuan memahami di waktu subuh yang tenang, adalah
suasana yang tidak pernah dilewatkan oleh para ulama. Mereka mendalami
suatu ilmu, menggali dan merenungi hikmah dari banyak peristiwa yang
mereka saksikan, sehingga benar-benar paham dan menguasai banyak ilmu.
Ibnu Jarir Ath Thabari, misalnya, seperti diceritakan Al Khatib Al
Baghdadi, selama empat puluh tahun dari usianya yang terakhir, ia mampu
menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari. Yang istimewa dari
prestasi Ibnu Jarir ini, meskipun ia menulis artikelnya selepas zhuhur
hingga waktu ashar tiba. Tetapi, murajaahnya akan ilmu serta ide-ide
yang akan ia tuangkan dalam tulisannya, ia dapatkan di awal-awal subuh,
setelah menanuaikan qiyamul lail.
Salah seorang murid Ibnu Jarir, Abu Bakar Asy Syajari mengisahkan,
“Setelah selesai sarapan pagi, Ibnu Jarir Ath Thabari tidur sebentar
dengan pakaian berlengan pendek. Setelah bangun, ia mengerjakan shalat
Dhuhur. Lalu menulis hingga waktu Ashar tiba, kemudian keluar untuk
shalat Ashar. Selanjutnya, ia duduk di majelis bersama orang-orang untuk
mengajar sampai datang waktu maghrib. Setelah itu, mengajar fiqh serta
pelajaran-pelajaran lain sampai masuk shalat Isya. Kemudian pulang ke
rumah dan istirahat. Tengah malam ia bangun shalat malam dan menadalami
ilmu-ilmunya.”
Kemuliaan pagi serta mudahnya akal menyerap ilmu di saat itu, pernah pula diingatkan Lukman Al Hakim kepada putranya,
“Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas daripada dirimu. Ia berkokok
sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur tidur hingga matahari
terbit.” (Tafsir AlQ urthubi)
Karena Pagi Tidak Berubah, yang Berubah adalah Kita
Pagi seperti tak pernah bosan menyapa kita. Kala kita sakit, bersedih,
berduka, atau sedang bersuka cita, pagi selalu datang dengan berjuta
optimisme dan harapan.
Hingga sekarang mungkin tak terhitung
lagi, sudah berapa kali pagi menyambangi kita. Suasananya tak pernah
berubah, pagi yang dulu tetap pagi yang sekarang, penuh dengan kesejukan
dan kesegaran. Tetapi, itulah karakter waktu. Ia tidak akan pernah
berubah kecuali Allah menentukan takdirnya yang lain, atau masa yang
telah ditentukan telah tiba, yang berarti keberlangsungan dunia ini akan
segera berakhir.
Tanpa kita sadari, temyata pagi telah
mengantarkan kita pada usia yang sekarang. Usia yang barangkali tidak
lagi bisa dikatakan muda, karena kekuatan fisik yang dulu kita banggakan
kini mulai melemah, ketampanan dan kecantikan muiai memudar, ketajaman
mata mulai berkurang, rambut mungkin juga sudah mulai berganti warna,
dan anak-anak di sekitar kita pun sudah semakin besar. Itu semua menjadi
pertanda bahwa kita semakin tua, meskipun belum tentu dewasa.
Waktu memang terkadang menggilas kita. Tetapi, tentu karena ulah kita
sendiri yang sering lupa, sering hilang kesadaran, bahwa kita harus
berubah; lebih dewasa, lebih berilmu, lebih beriman, dan lebih dekat
kepada Allah SWT karena kulitas ibadah yang terus mening-kat. Karena
itu, Rasulullah mengingatkan kita,
“Jangan sekali-kali mencela waktu, karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman, “Akulah waktu itu.”” (HR Ahmad)
Seorang salafu shalih memberi nasehat,
“Beramallah untuk diri kalian di malam yang gelap gulita ini. Karena,
sesungguhnya orang yang tertipu adalah orang yang tertipu oleh kebaikan
siang dan malam. Orang yang terhalangi adalah orang yang tidak mampu
untuk memperoleh kebaikan yang ada pada keduannya. Ia merupakan jalan
kebaikan yang ada pada keduanya. Ia merupakan jalan kebaikan bagi kaum
Muslimin untuk mentaati Rabbnya, dan bencana bagi mereka yang melalaikan
dirinya. Maka, hidupkanlah diri kalian dengan selalu mengingat Allah.”
Tidak ada jalan lain memang, bahwa kita haru berani melihat pagi.
Karena bisa jadi pagi ini adalah pagi yang terakhir untuk kita, sebelum
sempat memperbaiki diri.
Karena Pagi adalah Sumber Keberkahan
Kesegaran subuh tidak hanya menemani kekhusyukan ibadah kita, atau
mengiringi terkabulnya untaian doa dan munajat kita, atau mengasah
ketajaman akal dan kemam-puan berpikir kita. Tetapi kesegaran subuh juga
membuka pintu-pintu rezki yang telah Allah hamparkan di hari itu.
Karena itu, Islam mengajak kita untuk berlomba menyambut dan mendapatkan
rezki Allah dengan bersegera bangun pagi.
Fatimah ra, putri Rasulullah saw pernah bercerita,
“Ayahku lewat di sampingku, sedang aku masih berbaring di waktu pagi.
Lalu beliau menggerakkan badanku dengan kakinya dan berkata, “Wahai
anakku, bangunlah, saksikan rezki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk
orang yang lalai karena Allah membagikan rezki kepada hamba-Nya, antara
terbi tfajar dengan terbit matahari.”” (HR Ahmad dan Baihaqi)
Ini pula yang dilakukan Nabi Daud as. Ia membagi waktu hidupnya sehari
untuk urusan dunia dan sehari lagi untuk akhiratnya, dengan berpuasa dan
beribadah. Ketika harus memenuhi urusan dunianya, pagi-pagi sekali Nabi
Daud sudah bangun, ia bersiap, lalu ia berangkat mencari nafkah.
Rasulullah saw memujinya dengan sabdanya,
“Tidaklah seseorang
itu makan sesuatu makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya
sendiri dan sesungguhnya Nabi Daud adalah makan dari hasil usahanya
sendiri.”
Keberkahan subuh bukan hanya pada rezki. Rasulullah
saw jika ingin mengirimkan tentaranya ke medan perang, dilepaskannya
pada waktu pagi. Ketika berhijrah ke Madinah pun, beliau berangkat pada
waktu pagi.
Shakhar, salah seorang sahabat beliau yang
meriwayatkan hadits di atas, adalah seorang saudagar. Jika dia ingin
mengirimkan barang-barang dagangannya, selalu dia lakukan pada pagi
hari, dan itulah puncaknya Allah memberikan banyak kekayaan kepadanya.
Aisyah ra berkata,
“Rasulullah bersabda, “Berpagi-pagilah mencari rezeki karena
sesungguhnya berpagi-pagi itu membawa berkah dan menghasilkan
kemenangan.”
Kunci keberkahan dimulai dari membiasakan diri
mendirikan shalat Shubuh berjamaah di masjid. Dan bisa dibayangkan, jika
setiap Muslim di negeri ini melakukan shalat Shubuh berjamaah di masjid
dan mereka rajin melakukan zikir, keberkahan akan muncul di mana-mana.
Karena itu, carilah keberkahan dan kemenangan di waktu pagi, dan
hindarilah tidur di saat itu, karena sebenarnya kebiasaan itu hanya akan
menjauhkan kita dari rezki Allah SWT.
KONSULTASI DOKTER
(Sifilis)
selamat malam dokter , nama saya chandra .. ada yang mau saya tanyakan
kepada dokter sekilas mengenai penyakit saya.. pada bulan 4 saya terkena
sipilis.. dan sudah makan obat dari pihak apotik, dan sudah tidak
kambuh lagi ..dan sekarang bulan 9 awal.. kenapa pada daerah penis saya
agak gatal. dan pada kulit kepala bagian kening / dahi..seperti jamur
bulat-bulat kecil warna merah ...dan menyebar di dahi saya.. agak gatal
juga kalau digaruk sedikit.. dokter obat apa yg saya harus beli dari
apotik .. berhubung saya sangat risau dengan keadaan sekarang mohon
bantuan dokter.. terima kasih dokter buat saran dan bantuan nya
A: Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Kami memahami kebingungan Anda. Sebelum menjawab pertanyaan Anda ada
beberapa hal yang perlu kami tanyakan. Apakah diagnosis Sifilis
merupakan diagnosis yang dikatakan oleh dokter Anda? Jika sudah apakah
anda menjalani pengobatan untuk sifilis saat ini? Apakah Anda sudah
menikah? Apakah Anda suka berganti-ganti pasangan seksual?
Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Pada umumnya di laboratorium terdapat 2 macam pemeriksaan untuk sifilis (pemeriksaan antibodi):
# Untuk skrining: VDRL (Venereal Disease Research Laboratories) dan RPR (Rapid Plasma Reagin)
# Untuk diagnosis: FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption
test) dan TP-PA(Treponema pallidum Particle agglutination assay)
Untuk menentukan suatu terapi, kami memerlukan anamnesis dari Anda
secara langsung, pemeriksaan fisik dan tinjauan klinis secara langsung
dan pemeriksaan penunjang.
Kami menganjurkan agar Anda dapat
berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.
Kami tidak menganjurkan Anda untuk sembarang membeli obat di apotik
tanpa adanya indikasi dokter. Karena apoteker seringkali memberikan obat
ke pasien namun apoteker tersebut tidak mengerti bagaimana
diagnosisnya, indikasinya, dsb. Sehingga seringkali konsumen yang
dirugikan oleh penjualan obat secara bebas oleh apoteker tersebut.
Selain itu, kami menganjurkan agar Anda tidak berganti-ganti pasangan
dan mempraktekan hubungan seksual yang monogami dengan satu pasangan
saja. Kami juga menganjurkan agar Anda menggunakan kondom untuk
menghindari tertularnya penyakit menular seksual lainnya.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)
(Sifilis)
selamat malam dokter , nama saya chandra .. ada yang mau saya tanyakan
kepada dokter sekilas mengenai penyakit saya.. pada bulan 4 saya terkena
sipilis.. dan sudah makan obat dari pihak apotik, dan sudah tidak
kambuh lagi ..dan sekarang bulan 9 awal.. kenapa pada daerah penis saya
agak gatal. dan pada kulit kepala bagian kening / dahi..seperti jamur
bulat-bulat kecil warna merah ...dan menyebar di dahi saya.. agak gatal
juga kalau digaruk sedikit.. dokter obat apa yg saya harus beli dari
apotik .. berhubung saya sangat risau dengan keadaan sekarang mohon
bantuan dokter.. terima kasih dokter buat saran dan bantuan nya
A: Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Kami memahami kebingungan Anda. Sebelum menjawab pertanyaan Anda ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan. Apakah diagnosis Sifilis merupakan diagnosis yang dikatakan oleh dokter Anda? Jika sudah apakah anda menjalani pengobatan untuk sifilis saat ini? Apakah Anda sudah menikah? Apakah Anda suka berganti-ganti pasangan seksual?
Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Pada umumnya di laboratorium terdapat 2 macam pemeriksaan untuk sifilis (pemeriksaan antibodi):
# Untuk skrining: VDRL (Venereal Disease Research Laboratories) dan RPR (Rapid Plasma Reagin)
# Untuk diagnosis: FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption test) dan TP-PA(Treponema pallidum Particle agglutination assay)
Untuk menentukan suatu terapi, kami memerlukan anamnesis dari Anda secara langsung, pemeriksaan fisik dan tinjauan klinis secara langsung dan pemeriksaan penunjang.
Kami menganjurkan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Kami tidak menganjurkan Anda untuk sembarang membeli obat di apotik tanpa adanya indikasi dokter. Karena apoteker seringkali memberikan obat ke pasien namun apoteker tersebut tidak mengerti bagaimana diagnosisnya, indikasinya, dsb. Sehingga seringkali konsumen yang dirugikan oleh penjualan obat secara bebas oleh apoteker tersebut.
Selain itu, kami menganjurkan agar Anda tidak berganti-ganti pasangan dan mempraktekan hubungan seksual yang monogami dengan satu pasangan saja. Kami juga menganjurkan agar Anda menggunakan kondom untuk menghindari tertularnya penyakit menular seksual lainnya.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)
A: Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Kami memahami kebingungan Anda. Sebelum menjawab pertanyaan Anda ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan. Apakah diagnosis Sifilis merupakan diagnosis yang dikatakan oleh dokter Anda? Jika sudah apakah anda menjalani pengobatan untuk sifilis saat ini? Apakah Anda sudah menikah? Apakah Anda suka berganti-ganti pasangan seksual?
Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Pada umumnya di laboratorium terdapat 2 macam pemeriksaan untuk sifilis (pemeriksaan antibodi):
# Untuk skrining: VDRL (Venereal Disease Research Laboratories) dan RPR (Rapid Plasma Reagin)
# Untuk diagnosis: FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption test) dan TP-PA(Treponema pallidum Particle agglutination assay)
Untuk menentukan suatu terapi, kami memerlukan anamnesis dari Anda secara langsung, pemeriksaan fisik dan tinjauan klinis secara langsung dan pemeriksaan penunjang.
Kami menganjurkan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Kami tidak menganjurkan Anda untuk sembarang membeli obat di apotik tanpa adanya indikasi dokter. Karena apoteker seringkali memberikan obat ke pasien namun apoteker tersebut tidak mengerti bagaimana diagnosisnya, indikasinya, dsb. Sehingga seringkali konsumen yang dirugikan oleh penjualan obat secara bebas oleh apoteker tersebut.
Selain itu, kami menganjurkan agar Anda tidak berganti-ganti pasangan dan mempraktekan hubungan seksual yang monogami dengan satu pasangan saja. Kami juga menganjurkan agar Anda menggunakan kondom untuk menghindari tertularnya penyakit menular seksual lainnya.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)
(Pasca
Caesar) Selamat Malam Klik Dokter, Saya mau tanya tentang kebidanan
maupun kandungan. Sebelumnya istri saya melahirkan dengan cara di caesar
dan saat ini sudah 30 hari setelah melahirkan perutnya belum juga
seperti biasanya Yang saya mau tanyakan adalah.... Perlu berapa lama kah
untuk pemulihan perut istri saya pasca operasi caesar? Terima kasih
sebelumnya. Salam, Ari
A Terima kasih atas pertanyaan anda,
Apa yang dimaksud dengan perut belum seperti semula? Apakah yang
dimaksud adalah luka sehabis operasi pada perut? atau pembesaran pada
perut? Sebab kedua hal ini memerlukan waktu yang berbeda.
Untuk luka sehabis operasi caesar akan hilang perlahan-lahan hingga 6
minggu setelah operasi. Untuk mempercepat penyembuhan beberapa hal yang
dapat anda lakukan adalah :
1. Jangan terlalu banyak bergerak,
perbanyak istirahat dan selama 1 - 2 minggu setelah melahirkan,
diharapkan agar tidak banyak membawa barang berat (lebih berat dari
bayi).
2. Jaga perut anda, bila anda batuk, bersin atau tertawa pegang bagian bawah perut anda.
3. Perbanyak minum air putih
4. Selalu berhati-hati agar bila terjadi infkesi yaitu bila luka bernanah, badan demam, atau perasaan nyeri pada luka.
Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat (EA)
RENUNGAN & KISAH INSPIRATIF
KAPAN MAU MELAMAR SAYA?
Saat ada seorang lelaki yang dekat denganmu, lalu ditanya, "Kapan mau melamar saya?"
Jawabannya macem-macem:
"Kita kan baru setahun kenalan, belum terlalu mengenal kamu dan keluarga".
Alasan klasik, ngapain aja setahun Masbro? Emangnya mau 8 semester, keburu diwisuda dong?
"Nanti ya, kalau saya udah sukses!"
Wah, ini sih lelaki yang AMBIGU. Sukses itu kan definisinya luas, usia 40 tahun aja bisa belum sukses tuh.. Udah End aja!
"Saya takut orang tua kamu nggak ngizinin aku menikahi kamu!"
Dicoba aja belum! Gak gentle ah. Lelaki itu pejuang cinta sejati dong!
"Aku mau memperbaiki diri dulu. Baru aku nikahi kamu!"
Bagus sih, tapi kok masih jalan berdua, masih smsan, masih teleponan. Bukannya baik itu di mata Allah.
"InsyaAllah Mei"
Inget loh insyaAllah itu pasti. Jangan insyaAllah Meibi yes, meibi no.
Kalau Mei nggak ngelamar juga, tinggalkan!
"Kita tunangan aja dulu ya, 2 tahun lagi baru nikah!"
Hufhh.. Ini nih tipe lelaki "Pemancing Ikan". Udah dapet ikannya,
dibarin tersangkut di kail. Dimasak kalau udah membusuk. Terus dia
seenaknya mancing ikan lain. Jangan percaya MySist!
Lelaki yang berniat baik takkan mempermainkan perasaanmu
Lelaki yang baik takkan menunda untuk melamarmu
Lelaki yang baik berani mendatangi kedua orang tuamu.
Setujuu atau setuju banget??
"Terkadang, kepedihan harus di lalui sebelum
tercapainya kebahagiaan.
Tersenyumlah ketika
bersedih, karena akan ada
kebahagiaan setelah itu"
InsyaAllah..
Ya Allah, jangan biarkan hati kami selalu
berduka dan sedih, namun biarkan lah
hati kami selalu bersyukur
dan bahagia atas karunia-Mu..
Aamiin ya Rabbal'alamin..
= Kisah Perjalanan Religius Budiman Sudjatmiko di Tanah Haram =
Secara tak terduga setelah berpisah selama 20 tahun, wartawan Suara
Islam bertemu kembali dengan sahabat lama sesama aktivis mahasiswa di
Jogjakarta era tahun 1990-an, Budiman Sudjatmiko, yang sekarang menjadi
tokoh muda PDIP dan anggota Komisi II DPR RI. Memang sewaktu kuliah di
UIN Sunan Kalijaga, wartawan Suara Islam banyak bersahabat dengan sesama
aktivis mahasiswa yang sekarang sudah menjadi orang penting di negeri
ini, seperti Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB dan Menakertrans), Andi
Malarenggeng (mantan Menpora), Rizal Malaranggeng (Direktur Freedom
Institute), Andi Arief (Staf Khusus Presiden SBY), Anies Baswedan
(Rektor Universitas Paramadina), juga dengan para tokoh dan aktivis
mahasiswa Islam di Jogjakarta.
Pertemuan dengan Budiman
terjadi secara tak sengaja setelah wartawan Suara Islam melakukan Umrah
yang disambung dengan sholat subuh di Masjidil Haram, Jum’at (11/10).
Ternyata pada waktu yang sama Budiman juga melakukan Umrah dengan miqat
dari Bir Ali di Madinah. Sebab Budiman sudah berada di Madinah selama
dua hari bersama anggota Komisi VIII DPR, namun dia ibadah haji dengan
biaya sendiri sebab bukan petugas pemantau haji sebagaimana anggota
Komisi VIII DPR.
Ketika wartawan Suara Islam berkeliling
Masjidil Haram untuk melihat-lihat perkembangan pembangunannya seusai
sholat subuh, secara tidak segaja di depan Bab al Marwah bertemu dengan
Budiman. Tentu saja pertemuan dengan sahabat lama yang sudah berpisah
selama 20 tahun dan terjadi di Masjidil Haram, tempat tersuci di dunia
sangatlah mengharukan. Setelah diselingi ngobrol mengenai nostalgia masa
kuliah di Jogjakarta, penulis barulah tahu ternyata mantan tahanan
politik Orde Baru itu lagi sedih, sebab baru saja sabuk ihram, kartu
alamat hotel di Makkah dan sejumlah uangnya hilang ketika melakukan
thawaf mengelilingi Kabah di dekat Multazam.
“Alhamdulillah,
ditengah saya lagi kebingungan seorang diri karena kehilangan, saya
dipertemukan Allah Swt dengan sahabat yang sudah 20 tahun berpisah dan
ketemunya justru di Masjidil Haram di Makkah al Mukarramah, tanah haram
yang sangat mulia ini,” ungkap Budiman mengisahkan pertemuan dengan
wartawan Suara Islam yang sangat mengharukan tersebut.
Terdapat
hal yang menarik yang diceritakan Budiman kepada wartaawan Suara Islam,
dan ternyata mantan pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD) di era
repressif Orde Baru ini sekarang telah berubah menjadi seorang yang
memiliki religiusitas tinggi. Tokoh muda kelahiran Cilacap 10 Maret 1970
ini adalah cucu tokoh Muhammadiyah Cilacap. Maka tidaklah mengherankan
jika Budiman juga Alumni SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta. Jasa Budiman
terhadap demokrasi di negeri ini adalah berani mendobrak kebekuan
politik dengan mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) diluar sistim
Orde Baru yang hanya mengakui tiga partai saja yakni PPP, Golkar dan
PDI.
Meski berada di Madinah hanya dua hari, ternyata Budiman
telah melakukan sholat lima waktu sebanyak tujuh kali waktu sholat di
Raudhah, tempat paling mustajab di Masjid Nabawi. Raudhah yang terletak
antara makam dengan mimbar Nabi Muhammad Saw tersebut luasnya hanya 330
m2 (15m x 12m). Raudhah adalah bangunan Masjid Nabawi yang asli dizaman
Nabi Muhammad Saw, dimana dalam sebuah hadisnya Nabi Muhammad Saw
menyebutkan Raudhah adalah taman diantara taman-taman di jannah (surga).
Maka tidaklah mengherankan jika umat Islam selalu berjubel untuk sholat
di Raudhah.
Budiman mengakui ketika dirinya pertama kali
sholat di Raudhah, air mata sudah tidak bisa dibendung lagi apalagi
ketika disebelahnya terdapat makam Rasulullah Saw beserta dua
sahabatnya, Abu Bakar ash Shiddiq Ra dan Umar bin Khattab Ra. Tangisan
itu juga selalu terjadi pada enam kali waktu sholat lainnya di Raudhah.
“Dari berbagai buku bacaan, saya sangat meresapi perjuangan Nabi
Muhammad Saw dan seolah-olah saya sekarang sedang berada disampingnya.
Nabi Muhammad Saw tidak hanya tokoh panutan di dunia tetapi juga di
akhirat. Nabi Muhammad Saw adalah manusia agung yang akan menyelamatkan
kehidupan saya di dunia maupun di akhirat kelak,” ungkap Budiman dengan
air mata berlinang.
Tokoh muda lulusan Inggris yang semula
pernah dituduh pro Komunis itu mengakui, dirinya sudah menziarah makam
tokoh-tokoh terkenal baik di Indonesia maupun sejumlah negara di Eropa,
namun sepertinya tidak menimbulkan perasaan religius apalagi sampai
nangis sesengukan. Namun ketika menziarahi makam Nabi Muhammad Saw, ada
peraasaan lain yang masuk kedalam lubuk hatinya, sehingga menyebabkan
dirinya bercucuran air mata.
Budiman mengakui, dirinya
terakhir kali nangis sesengukan ketika bertemu dengan ayah dan ibundanya
tercinta sewaktu dibebaskan dari tahanan politik Orde Baru selama 3,5
tahun karena dituduh terlibat peristiwa 27 Juli 1996 yang dikenal dengan
Kudatuli, dimana kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat
diserbu pasukan tak dikenal yang menyebabkan kerusuhan meledak di
Ibukota dan sejumlah korban berjatuhan. Meski semula divonis 13 tahun
penjara, namun Budiman segera dibebaskan oleh Presiden Gus Dur setelah
terjadinya reformasi.
“Saya menyesal mengapa pergi Ibadah
haji sendirian tidak dengan istri. Insya’ Allah tahun depan saya akan
kembali ke tanah suci untuk Umrah bersama istri,” ungkap Budiman yang
sekarang terlihat semakin religius, dari semula sekuler sekarang kembali
kepada Islam...
Ketika Cinta Datang Tidak Pada waktunya
Taburan taburan benih cinta mulai menyebar di hatiku yang rapuh, tak
berdaya untuk menolaknya. Cinta itu semakin tumbuh subur, kebahagiaan
yang semu kualami saat cinta itu mulai mengalun. Hari-hari ku terasa
indah, angan ku mulai melayang layang entah kemana, kata-kata indah itu
slalu menebarkan kebahagiaan di hati. Hal itu kurasakan hal yang biasa,
karna itu semua kodrat seorang insan untuk merasakan getaran-getaran
cinta pada lawan jenis. Tak bisa dipungkiri saat cinta menjelajahi hati
ini semuanya akan terasa indah, lalai akan segalanya, lalai akan cinta
yang khaqiqi yaitu cinta sang Khaliq cinta yang tiada tara keabadiaannya
dan keindahannya. Selang waktu bergulir sedikit kepiluan muncul didalam
hati ini. Gundah kurasakan, karna kutersadar kumencintai orang yang
belum pasti khalal bagiku. Kumerindu pada seorang yang mungkin bukan
pemimpinku.
Ya Allah… Ampunilah Hamba …
Ku tak bisa meredam bara cinta api ini, kutelah lalai untuk meraih cinta khaqiqi yang dimiliki oleh Mu ya Allah…
Kutelah membiarkan rasa cinta yang tidak semestinya kurasakan untuk saat ini ya Allah…
Aku telah menodai cinta ini… cinta untuk seorang yang telah Kau
tentukan untuk ku ya Allah… Astaghfirullah… Rasa cinta ini kini
membuatku terasa hina, penyesalan yang tiada tara.
Kegundahan dalam hati slalu muncul tak menentu,, ya Allah Kulalai akan meraih cinta Mu…
Kulalai Akan Pemimpinku yang telah ditentukan olehMu, kutelah membuat sekenario sendiri, kulalai akan sekenariomu.
Ya Allah… Bantulah Hambamu ini untuk meredam cinta yang tak suci, cinta semu yang tak tentu jadi milikku,,,
Ya Allah… Lindungilah Hati ini …
Jagalah Hati ini….
Untuk cinta yang kan menjelajah hati ini sebelum waktu yang tepat itu
datang kepadaku. Kupercaya akan Sekenariomu yang pasti akan menjadikan
suatu kebahagiaan yang khaqiqi.
"JOMBLO SEBELUM MENIKAH ITU MULIA"
Tak apa jadi seorang jomblo.
Daripada pacaran yang belum tentu jadi menikah.
Malah bertambah dosa yang dilakukan.
Belum lagi menjadi korban perasaan.
Karena salah menempatkan cinta pada yang belum halal.
Jomblo itu mulia.
Karena kehormatan diri tetap terjaga.
Hanya orang bodoh yang mengatakan jomblo itu gak laku.
Karena jomblo adalah pilihan.
Bukan keterpaksaan.
Daripada menghinakan diri.
Lebih baik menjaga diri.
Dari hasutan-hasutan nafsu birahi.
Yang pada akhirnya hadirkan penyesalan diri.
Wahai Akhy dan Ukhty yang memilih jomblo sebelum halal!
Berbahagialah.
Tersenyumlah.
Karena Allah sedang tersenyum kepada kita.
Dulu, aku orang yang bersifat pemarah.
Aku tidak bisa meredam amarahku setiap hari. Ayahku menyadari hal ini.
Untuk mengurangi rasa amarahku, Ayahku memberikan sekantong paku dan
mengatakan kepadaku agar aku memakukan paku itu ke pagar di belakang
rumah tiap kali aku marah.
Hari pertama aku bisa memakukan 48
paku ke pagar belakang rumah. Namun secara bertahap jumlah itu
berkurang. Aku menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah ketimbang
memaku paku ke pagar. Akihrnya aku bisa menahan dan mengendalikan amarah
ku yang selama ini telah memburuku. Aku memberitakukan hal ini kepada
Ayahku.
Ayahku mengatakan agar
aku mencabut satu paku di pagar setiap hari dimana aku tidak marah.
Hari-hari berlalu dan tidak terasa paku-paku yang tertancap tadi telah
aku cabut dan lepaskan semua. Aku memberitahukan hal ini kepada Ayahku
bahwa semua paku telah aku cabut.
Ayah tersenyum memandangku,
dan ia menuntunku ke pagar. Dan berkata “Hmm, kamu telah berhasil dengan
baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak
akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.
“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas.”
Aku menyadari hal ini bahwa aku setiap kali marah aku teringat pada orang yang aku dendam tersebut. Ayah tambah berkata
“Seperti lubang ini … di hati orang lain.
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu …
Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap
ada …dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”
Terima Kasih Ayah, kini aku dapat meredam dan mengendalikan amarahku setiap saat dan setiap waktu.
Kalung Mutiara Anisa
Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima
tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu
supermarket. Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat
sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung
dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak
begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.
Tapi... Dia
tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum
berangkat ke supermarket dia sudah berjanji : Tidak akan meminta apapun
selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah
menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik.
Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya "Ibu,
bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang
tadi... " Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa.
Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang
memandangnya dengan penuh harap dan cemas.
Sebenarnya dia bisa
saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak
konsisten... "Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi
kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini
lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk
minggu depan. Setuju ?"
Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya."Terimakasih..., Ibu"
Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya,
kalungitu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik
Ibunya.Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur.
Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata
ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi
hijau...
Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan
cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan
sebuah cerita, Ayah bertanya "Anisa..., Anisa sayang ngga sama Ayah ?"
"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !"
"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu..."
"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu kesayanganku juga"
"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.
Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah
bertanya lagi, "Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah ?"
"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah ?".
"Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu."
"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie
ini. " Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu
menemaninya bermain.
Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk
kekamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika
didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya
tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata
membasahi pipinya..."Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?"
Tanpa berucap
sepatah pun, Anisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik
kalung mutiara kesayangannya " Kalau Ayah mau... ambillah kalung Anisa"
Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil
Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong
yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih... sama
cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa..."Anisa... ini
untuk Anisa. Sama bukan ?
Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau"
Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan
kalung mutiara imitasi Anisa. Demikian pula halnya dengan Allah s.w.t..
Terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk
menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita
seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu
yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila
harus kehilangan
Hidup itu terlalu rumit untuk ditebak
Jangan mengkhawatirkannya
Lakukan saja apa yg menurutmu benar.
Jika kamu terus membiarkan masa lalumu mengusik hidupmu saat ini, kamu tak akan pernah sampai ke masa depan yg kamu inginkan.
Jangan biarkan orang lain yang memutuskan apa yang baik untuk hidupmu, karena yang tahu apa yang terbaik adalah dirimu.
Ketika seseorang membicarakan kamu di belakangmu,
itu hanya berarti bahwa hidupmu jauh lebih menarik daripada hidup mereka.
Belajarlah tuk memuji bukan merayu, tuk menghargai bukan meniru, tuk mengagumi bukan iri, dan hidupmu akan lebih berarti.
Jangan hidup dengan topeng di wajahmu
Hidup dalam kepura-puraan hanya menyiksa diri
Tunjukkan dirimu dan katakan 'Inilah AKU'
Kabar buruknya "hidup tak akan sempurna"
Kabar baiknya "Anda tak perlu hidup yg sempurna untuk bisa menikmatinya"
Rasul saw bersabda:
مَنْ أَرادَ أنْ تُسْتَجابَ دَعْوَتُهُ وَأَنْ تُكْشَفَ كُرْبَتُهُ فَلْيُفَرِّجْ عَنْ مُعْسِرٍ
"Barangsiapa yang ingin dikabulkan doanya dan dihilangkan kesulitannya maka hendaklah menolong orang yang kesulitan".
Mari hadirkan kemudahan, bukan menyulitkan mereka yg tengah kesulitan.
Berkatalah yang baik atau diam... (Jangan mencari kesalahan orang lain)
Berkatalah yang baik atau diam, ya kita sebagai manusia memang telah
diberikan banyak sekali nikmat oleh Allah SWT termasuk nikmat dapat
berbicara. Akan tetapi, banyak yang salah menggunakan nikmat ini. Mereka
tak mengerti bahwa mulut yang telah dikaruniakan oleh-Nya seharusnya
dapat dijaga dengan baik dan digunakan hanya untuk kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (Muttafaq ‘Alaihi)
Lalu dalam hadist lain disebutkan:
“Allah memberi rahmat kepada orang yang berkata baik lalu mendapat
keuntungan, atau diam lalu mendapatkan keselamatan.” (HR Ibnul Mubarak)
Demikianlah, lidah seseorang itu sangat berbahaya sehingga dapat
mendatangkan banyak kesalahan. Imam Ghazali telah menghitung ada 20
bencana karena lidah antara lain berdusta, ghibah (membicarakan orang
lain), adu domba, saksi palsu, sumpah palsu, berbicara yang tidak
berguna, menertawakan orang lain, menghina orang lain, dsb.
Mengenai ghibah, ada ayat tersendiri dalam Al-Quran yang membahasnya:
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka
(kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah
mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama
lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya
yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi
Maha Penyayang.” Al-Hujurat: 12
Lebih jauh lagi manusia
hendaklah dipandang dari lahiriahnya. Tidak ada seorangpun yang berhak
menghukum atas bathiniyahnya. Tidak ada seorangpun yang berhak menghukum
manusia kecuali berdasarkan penyimpangan dan kesalahan yang tampak.
Seseorang tidak boleh menyangka, mengharapkan, atau bahkan mengetahui
bahwa mereka melakukan suatu penyimpangan secara sembunyi-sembunyi lalu
diselidiki untuk memastikannya. Yang boleh dilakukan atas manusia
adalah menghukum mereka saat kesalahannya terjadi dan terbukti. Kita
sebagai umat islam tidak berhak untuk mencari-cari kesalahan orang lain
lalu menyebarkannya.
Rasulullah ditanya:
“Hai
Rasulullah apakah ghibah itu?” Nabi saw menjawab: “Kamu menceritakan
saudaramu mengenai apa yang tidak disukainya”. Beliau ditanya lagi:
“Bagaimana menurut engkau jika yang dikemukakan itu ada pada dirinya?”
Nabi menjawab,”Jika yang kamu katakan itu ada pada dirinya, berarti kamu
mengumpatnya. Jika tidak ada pada dirinya, berarti kamu telah berdusta
tentang dia” (HR Tirmidzi)
Jadi, sebaiknya kita memelihara
perbuatan kita, dan jangan menghambur-hamburkan perkataan yang sekiranya
dapat membahayakan kita. Umumnya manusia yang banyak omong selalu
berbuat salah dan dosa. Karena itu, mukmin yang senantiasa merasa
diawasi oleh Allah wajib mengerti bahwa perkataan itu termasuk amalannya
yang kelak akan dihisab: amalan baik maupun buruk. Karena pena Ilahi
tidak mengalpakan satupun perkataan yang diucapkan manusia. Ia pasti
mencatat dan memasukkannya ke dalam buku amal.
“Dan
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang
dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat
lehernya. (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya,
seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya
malaikat pengawas yang selalu hadir.” Qaaf: 16-18
Karena itu, katakanlah yang baik agar kita mendapatkan keberuntungan, dan diamlah dari keburukan supaya kita selamat.
Emosi Datang Malu itu Hilang
Tip Cara Mengatasi Emosi Meredam Amarah/Marah yang Dapat Merugikan
Kita dan Orang Lain.
Dalam riwayat Abu Hurairah dikatakan,
Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah (H.R. Malik).
Ketika emosi dan amarah memuncak maka segala sifat buruk yang ada dalam
diri kita akan sulit dikendalikan dan rasa malu pun kadang akan hilang
berganti dengan segala sifat buruk demi melampiaskan kemarahannya pada
benda, binatang, orang lain, dll di sekitarnya.
Banyak orang bilang
kalau menyimpan emosi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama
dapat pecah sewaktu-waktu dan bisa melakukan hal-hal yang lebih parah
dari orang yang rutin emosian. Oleh sebab itu sebaiknya bila ada rasa
marah atau emosi sebaiknya segera dihilangkan atau disalurkan pada
hal-hal yang tidak melanggar hukum dan tidak merugikan manusia lain.
Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya :
1. Berkata keras dan kasar pada orang lain.
2. Marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya.
3. Ringan tangan pada orang lain di sekitarnya.
4. Melakukan tindak kriminal / tindak kejahatan.
5. Melarikan diri dengan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dsb.
6. Menangis dan larut dalam kekesalan yang mendalam.
7. Dendam dan merencanakan rencana jahat pada orang lain. dsb...
Beberapa cara meredam amarah menurut Ajaran Agama Islam :
1. Membaca Ta’awwudz. Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan
niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’uudzu billah
mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan
yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim).
2. Berwudlu. Rasulullah
bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari
api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah
berwudlulah (H.R. Abud Dawud).
3. Duduk. Dalam sebuah hadist
dikatakan Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka
bertiduranlah(H.R. Abu Dawud).
4. Diam. Dalam sebuah hadist
dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit
masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad).
5.
Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuah hadist
dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati
manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya
urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka
hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi)
Sesungguhnya, marah maupun emosi adalah sudah menjadi sifat dan
tabiatnya manusia. Namun, dalam hal ini, islam mengajarkan kita untuk
dapat mengendalikan semaksimal mungkin, sehingga amarah kita tidak akan
menimbulkan efek-efek yang negative.
Dalam riwayat Abu Said
al-Khudri Rasulullah saw bersabda Sebaik-baik orang adalah yang tidak
mudah marah dan cepat meridhai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah
yang cepat marah dan lambat meridhai (H.R. Ahmad).
Wallahua’lambishshowab.
A. Beberapa Cara Untuk Meredam Emosi / Amarah Diri Sendiri by organisasi.org :
1. Rasakan Yang Orang Lain Rasakan
Cobalah bayangkan apabila kita marah kepada orang lain. Nah, sekarang
tukar posisi di mana anda menjadi korban yang dimarahi. Bagaimana
kira-kira rasanya dimarahi. Kalau kemarahan sifatnya mendidik dan
membangun mungkin ada manfaatnya, namun jika marah membabi buta tentu
jelas anda akan cengar-cengir sendiri.
2. Tenangkan Hati Di Tempat Yang Nyaman
Jika sedang marah alihkan perhatian anda pada sesuatu yang anda sukai
dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti
taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat
yang cocok bagi anda. Jika emosi agak memuncak mungkin rekreasi untuk
penyegaran diri sangat dibutuhkan.
3. Mencari Kesibukan Yang Disukai
Untuk melupakan kejadian atau sesuatu yang membuat emosi kemarahan kita
memuncak kita butuh sesuatu yang mengalihkan amarah dengan melakukan
sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat kita lupa akan masalah yang
dihadapi. Contoh seperti mendengarkan musik, main game, bermain gitar
atau alat musik lainnya, membaca buku, chating, chayang-chayangan dengan
kekasih pujaan hati/pasangan, menulis artikel, nonton film box office,
dan lain sebagainya. Hindari perbuatan bodoh seperti minum2an keras,
make narkoba, dan lain sebagainya.
4. Curahan Hati / Curhat Pada Orang Lain Yang Bisa Dipercaya
Menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita mungkin dapat
sedikit banyak membantu mengurangi beban yang ada di hati. Jangan curhat
pada orang yang tidak kita percayai untuk mencegah curhatan pribadi
kita disebar kepada orang lain yang tidak kita inginkan. Bercurhatlah
pada sahabat, pacar / kekasih, isteri, orang tua, saudara, kakek nenek,
paman bibi, dan lain sebagainya.
5. Mencari Penyebab Dan Mencari Solusi
Ketika pikiran anda mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber
permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara terbaik.
Untuk memudahkan gunakan secarik kertas kosong dan sebatang pulpen untuk
menulis daftar masalah yang anda hadapi dan apa saja kira-kira jalan
keluar atau solusi masalah tersebut. Pilih jalan keluar terbaik dalam
menyelesaikan setiap masalah yang ada. Mungkin itu semua akan secara
signifikan mengurangi beban pikiran anda.
6. Ingin Menjadi Orang Baik
Orang baik yang sering anda lihat di layar televisi biasanya adalah
orang yang kalau marah tetap tenang, langsung ke pokok permsalahan,
tidak bermaksud menyakiti orang lain dan selalu mengusahakan jalan
terbaik. Pasti anda ingin dipandang orang sebagai orang yang baik. Kalau
ingin jadi penjahat, ya terserah anda.
7. Cuek Dan Melupakan Masalah Yang Ada
Ketika rasa marah menyelimuti diri dan kita sadar sedang diliputi
amarah maka bersikaplah masa bodoh dengan kemarahan anda. Ubah rasa
marah menjadi sesuatu yang tidak penting. Misalnya dalam hati berkata :
ya ampun.... sama yang kayak begini aja kok bisa marah, nggak penting
banget sich...
8. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak
Sebelum marah kepada orang lain cobalah anda memikirkan dulu apakah
dengan masalah tersebut anda layak marah pada suatu tingkat kemarahan.
Terkadang ada orang yang karena diliatin sama orang lain jadi marah dan
langsung menegur dengan kasar mengajak ribut / berantem. Masalah sepele
jangan dibesar-besarkan dan masalah yang besar jangan disepelekan.
9. Diversifikasi Tujuan, Cita-Cita Dan Impian Hidup
Semakin banyak cita-cita dan impian hidup anda maka semakin banyak hal
yang perlu anda raih dan kejar mulai saat ini. Tetapkan impian dan angan
hidup anda setinggi mungkin namun dapat dicapai apabila dilakukan
dengan serius dan kerja keras. Hal tersebut akan membuat hal-hal sepele
tidak akan menjadi penting karena anda terlalu sibuk dengan rajutan
benang masa depan anda. Mengikuti nafsu marah berarti membuang-buang
waktu anda yang berharga.
10. Kendalikan Emosi Dan Jangan Mau Diperbudak Amarah
Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang di sekitarnya tidak
nyaman sudah barang tentu sangat tidak baik. Kehidupan sosial orang
tersebut akan buruk. Ikrarkan dalam diri untuk tidak mudah marah. Santai
saja dan cuek terhadap sesuatu yang tidak penting. Tujuan hidup anda
adalah yang paling penting. Anggap kemarahan yang tidak terkendali
adalah musuh besar anda dan jika perlu mintalah bantuan orang lain untuk
mengatasinya.
B. Cara Untuk Meredam Emosi / Amarah Orang Lain by organisasi.org :
Untuk meredam amarah orang lain sebaiknya kita tidak ikut emosi ketika
menghadapi orang yang sedang dilanda amarah agar masalah tidak menjadi
semakin rumit. Cukup dengarkan apa yang ingin ia sampaikan dan jangan
banyak merespon. Tenang dan jangan banyak hiraukan dan dimasukkan dalam
hati apa pun yang orang marah katakan. Cukup ambil intinya dan buang
sisanya agar kita tidak ikut emosi atau menambah beban pikiran kita.
Jika marahnya karena sesuatu yang kita perbuat maka kalau bukan
kesalahan kita jelaskanlah dengan baik, tapi kalau karena kesalahan kita
minta maaf saja dan selesaikanlah dengan baik penuh ketenangan batin
dan kesabaran dalam mengatasi semua kemarahannya. Lawan api dengan air,
jangan lawan api dengan api. Semoga berhasil menjinakkan emosi rasa
marah anda.
Wahai saudaraku yang sedang galau ! Marilah banyak berdzikir mengingat Allah agar menjadikan tenang. Maka pahamilah firman Allah yg artinya sbb: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram." (QS Al-Ra'd 13;28)
5 Model Kemiskinan Yang Menjadi Bencana Bagi Kita
Saudaraku…
Miskin, barangkali satu keadaan yang menjadi momok menakutkan dan
paling tidak diminati oleh sebagian besar dari kita. Bahkan keberadaan
kita di negeri rantau ini dan meninggalkan kampung halaman, salah satu
faktor penggeraknya adalah lari dari kemiskinan dan memahat masa depan
indah secerah mentari pagi. Padahal jika kita cermati arahan nubuwah,
kita dapati berbagai sumber yang menunjukan perihal kemuliaan dan
kedudukan istimewa yang disandang orang-orang miskin.
“Orang-orang miskin dari umatku masuk ke dalam surga sebelum orang-orang
kaya dengan selisih waktu lima ratus tahun.” H.R; Tirmidzi dan Ahmad.
Salah satu do’a yang biasa dibaca oleh Nabi saw, adalah:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar dimudahkan melakukan kebaikan dan
meninggalkan kemunkaran serta aku memohon kepada-Mu agar selalu
mencintai orang-orang miskin..” H.R; Tirmidzi, Ahmad dan dishahihkan
oleh syekh Al Bani.
Dua hadits di atas dan riwayat lain yang
senada dengan itu, menunjukan perihal kedudukan orang-orang miskin dan
keutamaan mencintai mereka.
Untuk itu saudaraku…
Rasulullah saw dan sebagian sahabatnya, seperti Abu Dzar, Abu Darda’,
Said bin Amir al Jumahi dan lainnya, menjadikan kemiskinan sebagai
pilihan hidupnya. Di era tabi’in, kaum yang lemah secara finansial
mendapatkan perlakuan istimewa. Contohnya, di majlis ilmu dan hadits
Sufyan Atsauri, orang-orang yang tak punya, menempati majlis yang
berdekatan dengan sang guru. Suatu saat, ada seorang laki-laki memberi
hadiah 10.000 dirham kepada Ibrahim bin Adham tetapi ia menolaknya
seraya berucap, “Apakah engkau ingin menghapus namaku dari daftar
orang-orang miskin?, tentu aku tak menginginkan hal itu.”
Saudaraku..
Sanggupkah kita menolak secara halus orang yang memberi hadiah kepada
kita lima ribu real, 10 juta rupiah, 3000 dolar dan seterusnya? Wallahu
a’lam bishawab. Dan yang perlu kita waspadai, bahwa di sana ada 5 model
kemiskinan yang akan menjadi musibah bagi kita di dunia dan menjadi
bencana besar di akherat. Empat model kemiskinan itu disebutkan oleh DR.
Mustafa Siba’i dalam bukunya “hakadza allamatnil hayat.” Yaitu; Miskin
agama (iman), miskin akal (ilmu pengetahuan), miskin kesabaran dan
miskin muru’ah. Dan kita tambahkan model kelima dari kemiskinan, yakni;
miskin hati.
Saudaraku..
Perjudian yang marak di
mana-mana, pada perhelatan Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina.
Prostitusi dari kelas bawah, menengah sampai kelas atas yang menjamur.
Kasus korupsi yang tak ada habisnya. Masjid, musholla, suro dan langgar
yang sepi dari jama’ah shalat. Dan yang senada dengan itu. Adalah fakta
lemahnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan individu maupun
masyarakat. Islam hanya menjadi lipstick pemanis dan baju yang dikenakan
oleh si empunya. Seperti judul buku tanpa isi. Jika kita miskin agama
(iman), maka kita tak akan sanggup menepis godaan syahwat yang
melambai-lambai di sekitar kita dan tak mampu menahan derasnya fitnah.
Sehingga pada akhirnya kita menjadi budak syahwat lisan, perut dan
kemaluan. Wal ‘iadzu billah.
Saudaraku..
Miskin akal
(ilmu pengetahuan), merupakan bencana dalam hidup kita. Terlebih bagi
kita sebagai insan beriman. Ilmu ibarat obor dan pelita dalam hidup
kita. Pernahkah kita membayangkan, jika suatu saat hidup kita walau
hanya satu pekan atau satu malam saja tanpa pelita penerang? Tentu,
hidup kita menjadi gelap dan kelabu. Dengan iman, kita akan selamat dari
godaan syahwat. Baik syahwat mulut, perut ataupun kemaluan. Tapi hanya
dengan iman, kita tidak akan memiliki ketahanan diri yang kuat untuk
menghadapi badai syubhat yang datangnya bergelombang silih berganti.
Berapa banyak dari kaum muslimin yang terpedaya dengan propaganda JIL
(Jaringan Islam Liberal). Dan tidak sedikit dari mereka yang menjadi
pengikut aliran sesat. Yang mudah mengkafirkan kelompok lain dan pondasi
agama dibangun atas dasar mengikuti keinginan hawa nafsu semata. Untuk
itu, apapun profesi kita. Baik sebagai pejabat Negara, berkiprah di
parlemen, pengurus partai politik, pengusaha, wirausaha, pedagang,
presenter di televisi, bekerja di dinas pemerintahan, staf pengajar,
pelajar, petani, juru kebun dan yang lainnya. Kita berkewajiban untuk
selalu memperluas ilmu pengetahuan kita. Baik dengan cara menerima
transfer ilmu dari orang lain maupun dengan jalan tarbiyah zatiyah
(secara mandiri) dengan membaca buku dan seterusnya. Hal ini kita
lakukan demi membentengi diri kita dan orang-orang dekat kita dari
terpaan syubhat yang menghancurkan masa depan kita di akherat.
Saudaraku..
Dalam meretasi hidup, tanpa berbekal kesabaran maka kita akan gagal dan
terpuruk. Tak berlebihan jika kita katakan bahwa keberhasilan dan
kesuksesan kita dalam menjalani hidup, separuhnya ditentukan oleh
kesabaran. Artinya orang yang miskin kesabaran, maka masa depannya di
dunia akan suram dan di akherat sana ia dapati gelap gulita.
“Dia yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Al Mulk: 2.
Sabar merupakan akhlak terpuji yang menjadi ciri khas seorang mukmin
dan paling banyak disebut dalam al Qur’an. Imam al-Ghazali berkata,
“Allah swt menyebut kata sabar di dalam al Qur’an lebih dari 70 tempat.”
Ibnul Qayyim pernah mengutip perkataan Imam Ahmad, “Sabar di dalam al Qur’an terdapat di sekitar 90 tempat.”
Sabar kita butuhkan dalam setiap nafas kehidupan kita. Terlebih bagi
kita yang sedang mendaki puncak ubudiyah, memerlukan nafas panjang dari
kesabaran. Agar kita tidak terengah-engah, mengalami kelelahan jiwa dan
mundur dari perjuangan mengukir prestasi di hadapan-Nya. Agar kita
senantiasa istiqamah mengukir amal-amal baik dan pahatan amal ketaatan,
kita dituntut memakai pakaian kesabaran. Saat kita dirundung duka,
dengan kepergian orang-orang tercinta dan kekasih hati, kesabaran mutlak
harus kita miliki. Agar kita tak terombang-ambing dalam kesedihan. Agar
kita rela dan ridha dengan garis takdir-Nya. Demikian pula sabar
menjadi pembeda, kala musibah dan bencana melanda serta terjadi fitnah
dalam agama dan hal-hal yang tidak kita harapkan. Mengekang nafsu dan
syahwat, agar tak menyeret kita pada perbuatan dosa dan tergelincir
dalam lubang maksiat, kita pun mesti menghiasi diri kita dengan
kesabaran.
Saudaraku..
Kita kerap mendengar kata
muruah dari lisan orang Melayu. Muruah berarti; kehormatan diri, harga
diri dan nama baik. Orang yang miskin muruah, maksudnya; orang yang tak
memiliki kehormatan diri, tanpa harga diri dan orang yang nama baiknya
tercemar dan tercoreng karena perilaku dan perbuatannya sendiri. Muruah
melekat pada diri kita, jika kita tak menzalimi hak-hak orang lain.
Berpihak kepada kepentingan rakyat jelata, saat berseberangan dengan
penguasa yang zalim. Membela nasib si miskin, saat bersengketa dengan
orang kaya yang tamak. Menolong mereka yang lemah, saat menghadapi orang
kuat yang sombong. Juga saat kita sebagai kepala keluarga, bisa menjadi
teladan bagi istri dan anak-anak kita. Sebagai pendidik, kita mampu
memberikan keteladanan hidup bagi pendidik lain dan murid-murid kita.
Baik di sekolah maupun di lingkungan kita. Dan seterusnya. Intinya,
kepribadian yang ringkih dan budi pekerti yang tercela, jika melekat
pada diri kita. Siapapun kita. Apapun jabatan dan profesi kita. Di mana
pun kita berada. Maka hal itu dapat merusak nama baik dan melenyapkan
kewibawaan serta kemuliaan kita. Memiliki akhlak dan kepribadian yang
dicintai Allah dan rasul-Nya serta menjadi simat orang-orang mukmin,
akan mendekatkan kita pada izzah dan kemuliaan sejati. “Padahal
kemuliaan itu hanyalah milik Allah, bagi rasul-Nya dan orang-orang
mukmin.” Al Munafiquun: 8.
Saudaraku..
Miskin hati.
Inilah model kemiskinan yang sangat menyengsarakan dan mendera kita.
Membuat galau hati kita. Menjadikan luka menganga di jiwa kita.
Kebahagiaan hidup tak pernah kita kecap. Senyuman indah dan keceriaan
hati melayang dan punah. Karena kita tak akan pernah puas dengan
pemberian-Nya. Tak pernah ridha dengan takdir-Nya. Kekayaan harta yang
dimiliki. Apatah lagi ketiadaan harta. Memiliki pendamping hidup,
apalagi yang masih hidupnya menyendiri. Sehat yang menyapa tubuh,
apalagi sakit yang mendera. Dalam keadaan lapang apalagi sempit. Jabatan
yang disandang, apatah lagi rakyat jelata. Hidup di negeri yang aman
apatah lagi mukim di tempat konflik. Dan seterusnya. Apapun keadaannya.
Jika kita miskin hati. Maka kita tak akan pernah senang melewati
hari-hari kita. Lisan tak pernah berhenti dari mengingkari kurnia-Nya.
Rasulullah saw pernah bersabda kepada Abu Dzar ra, “Sesungguhnya hakikat
kekayaan adalah kekayaan hati. Dan kemiskinan yang hakiki adalah miskin
hati.” H.R; Ibnu Hibban.
Saudaraku..
Kita boleh saja
miskin harta, rupa, jabatan, sandang, pangan, papan, kesehatan dan yang
senada dengan itu. Tapi jangan sampai kita miskin iman, ilmu
pengetahuan, kesabaran, muruah dan hati.
Ya Rabb, jadikanlah
kami orang yang memilki kekayaan yang sejati. Kaya iman, ilmu,
kesabaran, muruah dan kaya hati. Aamiin ya Mujibas Saailiin.
Dulu, aku orang yang bersifat pemarah.
Aku tidak bisa meredam amarahku setiap hari. Ayahku menyadari hal ini.
Untuk mengurangi rasa amarahku, Ayahku memberikan sekantong paku dan
mengatakan kepadaku agar aku memakukan paku itu ke pagar di belakang
rumah tiap kali aku marah.
Hari pertama aku bisa memakukan 48
paku ke pagar belakang rumah. Namun secara bertahap jumlah itu
berkurang. Aku menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah ketimbang
memaku paku ke pagar. Akihrnya aku bisa menahan dan mengendalikan amarah
ku yang selama ini telah memburuku. Aku memberitakukan hal ini kepada
Ayahku.
Ayahku mengatakan agar
aku mencabut satu paku di pagar setiap hari dimana aku tidak marah.
Hari-hari berlalu dan tidak terasa paku-paku yang tertancap tadi telah
aku cabut dan lepaskan semua. Aku memberitahukan hal ini kepada Ayahku
bahwa semua paku telah aku cabut.
Ayah tersenyum memandangku,
dan ia menuntunku ke pagar. Dan berkata “Hmm, kamu telah berhasil dengan
baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak
akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.
“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas.”
Aku menyadari hal ini bahwa aku setiap kali marah aku teringat pada orang yang aku dendam tersebut. Ayah tambah berkata
“Seperti lubang ini … di hati orang lain.
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu …
Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap
ada …dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”
Terima Kasih Ayah, kini aku dapat meredam dan mengendalikan amarahku setiap saat dan setiap waktu.
Langganan:
Komentar (Atom)