Selasa, 23 Juli 2013

The Spiritual Shadow

Sebenarnya kita tidak mudah untuk mengetahui, apakah yang lebih sejati : "Bayangan Mengikuti Tubuh Kita", atau "Tubuh Kita mengikuti Bayangan Kita".

Dan di waktu malam tiba pun, lalu kegelapan hadir, tanpa sinar rembulan, maka bayangan kita menghilang kecuali kita menyalakan pelita. Tapi kita masih merasa eksis, baik di waktu siang dan di waktu malam. Padahal ke-eksis-an seringkali hadir dibalik hilangnya alam materi.

Ya, kesejatian diri kita ada pada "hilang"nya diri kita dari alam materi ini. Itu sebabnya, di waktu malam, di kala bayangan kita seolah-olah menghilang, maka di situlah kesadaran kita muncul bahwa yang ada hanya ALLAH Yang MAHA WUJUD. Maka bertahajudlah....bersujudlah...bersyukurlah...

Dengan demikian, sebetulnya, kita lebih aman kalau hidup bercermin kepada bayangan kita, dan menjadikan segala hiruk pikuk dunia ini hanya sebagai bayangan. Dalam semesta yang sebenarnya bisa jadi tubuh kita inilah yang menjadi bayangan kita. Ya, bayangan dari bayangan kita. Kita belum bisa memastikannya bukan?

Terlepas dari itu, lihatlah Sang Bayangan, ia sebetulnya lebih "kuat" dari tubuh ini. Ketika tubuh tergilas TRUK maka hancurlah, tapi ketika bayangan tergilas TRUK, maka ia tetap eksis. Walau pun ribuan orang melukai bayangan kita, maka tubuh kita tetap sehat dan aman...Nah, itu sebabnya, jadikanlah dunia ini hanya bayangan saja...

Mobil Anda adalah bayangan... sehingga  jika mobil Anda tergores maka tubuh Anda tidak ikut tergores..sehingga hati Anda tidak perlu menjadi sakit...

Harta adalah bayangan... sehingga jika harta Anda disedekahkan maka Anda tidak merasa kehilangan apa pun, justru Anda sedang meluaskan bayangan Anda..meluaskan ke-eksis-an Anda....

Pasangan Anda adalah bayangan... sehingga sampai tua pun Anda bisa tetap mencintainya..karena bayangan itu "sulit" berubah...ia tetap cantik/tampan...sebagaimana awal mula dulu Anda melihatnya...

Wallahu a'lam

Mengapa Sholat SUBUH Berjamaah Begitu Penting ?

Hampir di setiap masjid yang ada di wilayah saya, jamaah sholat subuh nya selalu hanya satu shof. Itupun kadang tidak penuh. Kecuali kalau bulan Romadhan, hampir selalu penuh. Tapi di luar itu, kondisinya adalah seperti yang saya sebutkan di depan. Sepi.
Padahal jika kita melihat hadis-hadis yang menjelaskan tentang keutamaan jamaah Sholat subuh itu, pastinya kita akan merasa sangat rugi. Salah satu hadis yang sering saya dengar dan saya ingat-ingat adalah :
Mengapa Berjamaah Sholat SUBUH Begitu Penting ?
Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Jika mereka mengetahui apa yang terkandung didalamnya, mereka pasti mendatangi keduanya, meskipun dengan merangkak. "(HR Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW memang tidak menjelaskan secara gambling apa pahalanya, tapi melihat isi hadis itu menunjukkan sesuatu yang sangat bernilai, yang sayang untuk ditinggalkan. Saking bernilainya, seandainya orang tidak bisa berjalan pun dia akan merangkak!.
Banyak ulama hadis memberikan penjelasan mengenai hadis ini. Diantaranya, untuk melihat apakah seseorang itu beriman atau munafik, perhatikan shalat subuhnya. Jika kita melihat dia di barisan solat Subuh, bolehlah kita katakan bahwa dia benar-benar beriman.
Tapi jika sebaliknya, hatinya sudah terinfeksi virus munafik. Salah satu tandanya adalah seseorang ragu-ragu dengan kebenaran dan keagungan Allah yang bernama Solat Subuh ini.
Dalam hadis juga dikatakan, waktu subuh adalah pengantian malam dan siang dimulai. Pada saat itu juga, malaikat malam dan malaikat siang berkumpul untuk berganti tugas.
"Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 25 kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat subuh. "(HR Bukhari)
"Kemudian naiklah para malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka yang sebenarnya maha mengetahui bertanya kepada mereka, 'Bagaimana hamba-hambaku ketika kalian meninggalkan mereka?"
Para malaikat menjawab, 'Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga. "(HR Bukhari)
Jadi beruntunglah bagi orang yang dapat mendirikan shalat subuh berjamaah di masjid karena disaksikan oleh malaikat, baik malaikat yang bertugas pada malam hari, atau siang hari.
Allah menjelaskan, "Dan dirikanlah shalat Subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan oleh para malaikat, "(Surah al-Isra ', ayat 78)
Bayangkan, jika pada waktu itu malaikat melapor kepada Allah bahwa kita sedang nyenyak tidur dan tidak mengutamakan waktu shalat. Di waktu ini juga lah setan sedang memeluk kita dengan erat sekali sehingga kita terus terlena dan meninggalkan solat subuh.
"Dua rakaat fajar (shalat sunat sebelum atau qabliyah Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya," (HR Muslim)
Shalat qabliyah Subuh adalah sholat sunnah yang paling banyak pahala. Lebih baik dari segala kebaikan isi dunia.
Coba bayangkan, harta, uang, pangkat jabatan, istri, anak ... semuanya tidak kekal. Yang dulu cantik lama-lama jadi tua, bongkok, keriput dan tidak secantik masa muda. "Segala sesuatu akan binasa," (QS Al-Qashash ayat 88).
Segala dunia dan isinya tidak lebih baik dari shalat sunnah fajar ini. Dalam situasi apa pun, jangan tinggalkan solat sunat Subuh ini karena Rasulullah sendiri memesan dalam situasi apa pun baik dalam perjalanan atau dalam pertempuran, jangan tinggalkan solat sunat Subuh.
Solat Subuh juga dapat menjadi penerang pada Hari Kiamat seperti yang dinyatakan oleh Rasulullah, "Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang terang benderang pertolongan pada Hari Kiamat" (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Hikmah solat Subuh begitu hebat karena ia adalah shalat yang paling sulit dikerjakan pada awal waktu. Banyak diantara kita yang memilih untuk tidur di kasur empuk dan berselimut hangat. Seorang pemimpin Yahudi pernah mengatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali dengan satu hal, yaitu bila jumlah jamaah salat subuh sama dengan jumlah jamaah salat Jumat.
Umat ​​yang menjaga shalat Subuh berjamaah adalah umat yang berhak berdiri kokoh di muka bumi. Sementara Umat yang melalaikan shalat Subuh berjamaah adalah umat yang tidak berhak mendapatkan kesuksesan.
Mari berjamaah Subuh…

Inilah Pahala Sholat Tarawih Malam Ke 1 Sampai Ke 30

Pahala Sholat Tarawih | Salah satu amalan sunnat yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan adalah sholat Tarawih. Sholat ini hanya ada di bulan Ramadhan saja. Dan ternyata pahala mengerjakan sholat tarawih ini berbeda-beda tiap malamnya. Menurut sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:
Inilah Pahala Sholat Tarawih Malam Ke 1 Sampai Ke 30
1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”
Itulah pahala sholat Tarawih dari malam pertama sampai malam ke 30. Jika anda masih ogah-ogahan untuk melaksanakannya, piker lagi dech…sayang kalau dilewatkan. Ayo Sholat Tarawih….

RAHASIA SHOLAT BERJEMA'AH DITINJAU DARI ASPEK FISIKA

Seorang Profesor Fisika di Amerika Serikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan shalat berjamaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya tubuh kita mengandung 2 cas (muatan)  listrik yaitu muatan positif dan muatan negatif. Dalam aktivitas harian kita apakah bekerja, beribadah atau beristirahat, sudah tentu banyak energi digunakan.

Dalam proses pembakaran tenaga, banyak terjadi pertukaran cas positif dan cas negatif, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita. Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita merasa letih dan lesu setelah menjalankan aktivitas seharian. Karenanya, muatan-muatan ini harus diseimbangkan kembali untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tingkat normal.
Terkait dengan shalat berjamaah, timbul persoalan di pikiran professor ini mengapa Islam mensyariatkan sholat berjemah dan mengapa shalat  5 waktu yang didirikan orang Islam memiliki jumlah rakaat yang tidak sama.
Hasil penelitiannya menemukan bilangan rakaat yang berbeda dalam shalat kita bertindak menyeimbangkan cas-cas dalam badan kita. Saat kita shalat berjamaah, kita disuruh meluruskan shaf, bahu bertemu bahu dan bersentuhan tapak kaki. Tindakan-tindakan yang dianjurkan saat shalat berjamaah itu memiliki berbagai kelebihan


Penelitian ilmiah menemukan sentuhan yang terjadi antara tubuh kita dengan tubuh jamaah lain yang berada di kiri dan kanan kita akan menstabilkan kembali muatan-muatan yang dibutuhkan tubuh. Energi listrik yang  berlebih dari seorang jamaah akan dikeluarkan dan jamaah lain yang egergi listriknya kurang akan menariknya.  Sehingga seluruh jamaah pada akhirnya akan memiliki energi listrik yang seimbang.

Menurut beliau lagi, setiap kali kita bangun dari tidur, badan kita akan merasa segar dan sehat setelah beristirahat beberapa jam. Ketika ini, tubuh kita mengandung muatan-muatan positif dan negatif yang hampir seimbang. Jadi, kita hanya membutuhkan sedikit lagi proses pertukaran cas agar keseimbangan penuh dapat dicapai. Sebab itu, shalat Subuh didirikan 2 rakaat.

Selanjutnya, setelah sehari kita bekerja berat dan memeras otak semua cas ini kembali tidak stabil akibat kehilangan cas lebih banyak dari tubuh. Karena itu, kita membutuhkan lebih banyak pertukaran cas. Shalat jamaah yang disyariatkan Islam berperan untuk memulihkan keseimbangan cas-cas tersebut. Sebab itu, shalat Dzuhur didirikan 4 rakaat untuk memberi ruang yang lebih kepada proses pertukaran cas dalam tubuh.

Situasi yang sama juga terjadi di sebelah petang. Banyak energi dikeluarkan ketika kita kembali menyelesaikan tugas . Ini menyebabkan sekali lagi kita kehilangan muatan yang banyak. Seperti shalat Dzuhur, 4 rakaat shalat Ashar yang dikerjakan akan memberikan ruang kepada proses pertukaran cas dengan lebih lama.

Biasanya, setelah waktu Ashar dan pulang dari kerja kita tidak lagi melakukan aktivitas yang banyak menggunakan energi. Waktu yang ditetapkan pula tidak begitu lama. Maka, shalat Maghrib hanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat adalah lebih sesuai dengan penggunaan energi yang kurang dibandingkan 2 waktu sebelumnya.

Timbul pertanyaan di pikiran Professor itu pada shalat Isya yang mengandung 4 rakaat. Logikanya, pada waktu malam kita tidak banyak melakukan aktivitas dan sudah tentu tidak membutuhkan proses pertukaran cas yang banyak.

Setelah penelitian lebih lanjut, ditemukan ada keistimewaan mengapa Allah mensyariatkan 4 rakat dalam shalat Isya. Telah kita ketahui, umat Islam sangat dianjurkan untuk tidur awal agar mampu bangun menunaikan tahajjud di sepertiga malam. Singkatnya, shalat isya sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan cas dalam badan dan memberikan energi untuk kita bangun malam (qiamullail).

Dalam penelitiannya, professor ini memberikan Islam adalah satu agama yang lengkap dan khusus. Segala amalan dan perintah Allah Taala itu memiliki hikmah yang tersirat untuk kebaikan umat Islam itu sendiri. Ia merasakan betapa kerdilnya diri dan betapa hebatnya Pencipta alam ini. Akhirnya, dengan hidayah Allah beliau memeluk agama Islam.  
 
Wallahu a'lam

Kamis, 18 Juli 2013

MANAJEMEN DO'A

ALLAH mengabulkan doa kita dengan 3 cara :

1. Bila ALLAH mengatakan YA;
maka kita akan MENDAPATKAN APA YG KITA MINTA.

2. Bila ALLAH mengatakan TIDAK;
maka kita akan MENDAPATKAN YG LEBIH BAIK.

3. Bila ALLAH mengatakan TUNGGU;
maka kita akan MENDAPATKAN YG TERBAIK SESUAI DGN KEHENDAK-NYA.

TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT,
DIA JUGA TIDAK TERGESA-GESA,
DIA SELALU TEPAT WAKTU!

"Mendekatlah kepada ALLAH dan DIA akan mendekat kepadamu."


Mana yang terbaik ??? Do'a yang terbaik adalah kita tidak boleh berdoa seolah-olah memerintah dan menuntut pada Allah SWT...Kita cukup minta apapun yang menjadi hajat, keinginan, harapan dan cita-cita kita semoga sesuai dengan KEHENDAK-NYA.

"Ya Allah, hamba mohon petunjuk dan bimbingan-Mu agar
papun yang menjadi hajat, keinginan, harapan dan cita-cita sesuai dengan KEHENDAK-Mu"


So... Andai yang kita harapkan dan inginkan tidak terkabul itu berarti Allah lebih TAHU apa yang terbaik yang kita BUTUHKAN bukan yang kita INGINKAN ...!!!

Salam Ikhlas - Al Fakir

Syukuri Anugrah Tuhan

Saat ini dunia telah menuntut kita untuk hidup serba cepat, serba instan. Tanpa disadari, kehidupan kita berlalu begitu cepat dengan beragam peristiwa yang ada disekitarnya.

Hal ini seolah memberikan gambaran bahwa di dalam hidup kita tak ada waktu lagi untuk menikmati hidup, tak sempat untuk mensyukuri anugerah Tuhan bahkan tiba-tiba saja kita telah menjadi tua dan lelah. Belum sempat kita menikmati hidup dan beryukur, tiba-tiba hidup kita telah berakhir.

Tentunya kita tak ingin melewati kehidupan tanpa adanya arah dan tujuan seperti itu. Kita harus berusaha mensyukuri anugerah kehidupan yang Tuhan berikan dengan melakukan hal-hal yang positif dan berusaha untuk menjadi berkat bagi sesama.

RENCANA ALLAH PASTI TERBAIK

Salam Sahabat Semesta

Ketika bangun pagi tentu dengan harapan bahwa hari itu lebih baik dari semalam...
Namun terkadang Allah menguji sesuatu yang membuat kita kecewa seolah-olah harapan itu telah sirna.
Boleh bersedih,karenamemang tabiat kita tak mudah menerima kenyataan,Namun­jangan terlalu lama karena hanya akan menyisakan nestapa.
Memang butuh waktu untuk meyakinkan hati bahwa masih ada hari esok untuk menggapai angan.

Yuuk kita renungkan sejenak sahabat soleh dan sholehahku :

" Hidup memang memerlukan PENGORBANAN.
Hidup membutuhkan PERJUANGAN.
Untuk itu harus di kuatkan dengan KETABAHAN dan ditopang dengan KEYAKINAN.
Dan KEYAKINAN akan menguatkan langkah untuk meraih KEBERHASILAN.

Selagi masih ada nafas hari ini,selagi mentari masih bersinar menerangi bumi,tentu masih ada harapan dan peluang untuk memperbaiki keadaan.Jangan sekali-kali sikap putus asa dari rahmat Allah hinggap dalam diri.

Jika kehidupan terkadang membuatmu ingin menangis,ingatlah ada ribuan kenangan indah yang membuatmu tersenyum,Syukuri dan bersabarlah atas apapun yang terjadi karena rencana Allah pasti terbaik.